
Acara ini menjadi momen penting bagi warga untuk merefleksikan kembali nilai-nilai toleransi dan persaudaraan (ukhuwah) yang diajarkan oleh Baginda Nabi. Sebagai penceramah utama, hadir Ibu Nyai Siti Marfuah, M.Pd., selaku Pengasuh Pondok Pesantren Syafaatut Thulab Patra Tani. Dalam tausiyahnya, Nyai Siti menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama dan menghormati perbedaan pendapat sebagai bagian dari implementasi akhlak mulia Nabi Muhammad SAW.
“Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang mengajarkan kita untuk menghargai sesama manusia tanpa memandang latar belakang. Mari kita jadikan momentum Maulid ini untuk memperkuat tali silaturahmi, bukan merenggangkannya,” ujar Nyai Siti dalam ceramahnya yang disambut antusias oleh jamaah.
Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan tokoh penting, menunjukkan tingginya rasa solidaritas di wilayah tersebut. Tampak hadir Kepala Desa beserta Perangkat Desa Pangestu, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta ratusan warga Desa Pangestu dan desa tetangga.
Kehadiran tokoh-tokoh organisasi keagamaan juga memeriahkan acara ini. Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Makarti Jaya, anggota Banser (Barisan Ansor Serbaguna), serta para tokoh ulama se-Kecamatan Makarti Jaya turut hadir untuk memberikan dukungan moral dan spiritual bagi keberlangsungan acara.
Kepala Desa Pangestu dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Ia berharap semangat persatuan yang digelorakan dalam peringatan Maulid tahun ini dapat terus terjaga dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
“Mari kita buktikan bahwa perbedaan tidak harus menjadi pemisah. Dengan meneladani akhlak Nabi, kita bisa hidup berdampingan secara damai dan saling mendukung,” pungkasnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Darul Iman ini ditutup dengan doa bersama.
(Redaksi)




