Beranda / Pendidikan / Respons Cepat Atasi Kabut Asap, SDN 17 Makarti Jaya Sukses Gelar PJJ Daring untuk Kelas 1-6

Respons Cepat Atasi Kabut Asap, SDN 17 Makarti Jaya Sukses Gelar PJJ Daring untuk Kelas 1-6

MAKARTI JAYA, 30 September 2026 – Mengantisipasi dampak kesehatan akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Banyuasin, SDN 17 Makarti Jaya secara resmi melaksanakan Kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Daring bagi seluruh siswa-siswi kelas 1 hingga kelas 6 pada hari ini, Rabu (30/9/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai tindak lanjut tegas dari Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banyuasin Nomor 400.3/29/Disdikbud-Sekrt/2026 tentang Tindak Lanjut Langkah Dampak Kabut Asap di Lingkungan Satuan Pendidikan Tahun 2026. Kebijakan ini bertujuan memprioritaskan keselamatan dan kesehatan warga sekolah tanpa mengorbankan hak belajar peserta didik. Transisi Mulus dari Luring ke Daring Kepala SDN 17 Makarti Jaya menegaskan bahwa transisi pembelajaran dilakukan dengan persiapan matang. "Kami menerima surat edaran dari Disdikbud Banyuasin dan langsung berkoordinasi dengan para guru serta wali murid. Meskipun cuaca tidak mendukung untuk belajar tatap muka, kami memastikan proses pendidikan tetap berjalan optimal melalui platform digital," ujarnya. Para guru telah menyiapkan materi ajar yang disesuaikan dengan kondisi daring, memastikan siswa tetap dapat mengakses pelajaran dengan mudah dari rumah. Siswa-siswi tampak antusias mengikuti pembelajaran melalui grup kelas dan aplikasi konferensi video, didampingi oleh orang tua masing-masing. Komitmen Kesehatan dan Pendidikan Berjalan Seiring Pelaksanaan PJJ ini menjadi bukti kesiapan SDN 17 Makarti Jaya dalam menghadapi situasi darurat lingkungan. Dengan mengalihkan kegiatan belajar ke rumah, sekolah berharap dapat meminimalisir risiko gangguan pernapasan pada anak-anak akibat polusi udara dari kabut asap. Selain itu, sekolah juga mengimbau kepada seluruh wali murid untuk tetap memantau kualitas udara di sekitar rumah dan membatasi aktivitas luar ruangan anak-anak hingga kondisi udara membaik. "Keselamatan anak adalah prioritas utama. Kami berharap kabut asap segera berlalu sehingga kegiatan belajar mengajar tatap muka dapat kembali dilaksanakan dengan aman dan nyaman," tambah Kepala Sekolah. SDN 17 Makarti Jaya akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menentukan waktu kembalinya pembelajaran tatap muka. Hingga saat itu, semangat belajar dari rumah akan terus dijaga demi masa depan generasi penerus bangsa. (H45)MAKARTI JAYA, 30 September 2026 – Mengantisipasi dampak kesehatan akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Banyuasin, SDN 17 Makarti Jaya secara resmi melaksanakan Kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Daring bagi seluruh siswa-siswi kelas 1 hingga kelas 6 pada hari ini, Rabu (30/9/2026).

Langkah strategis ini diambil sebagai tindak lanjut tegas dari Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banyuasin Nomor 400.3/29/Disdikbud-Sekrt/2026 tentang Tindak Lanjut Langkah Dampak Kabut Asap di Lingkungan Satuan Pendidikan Tahun 2026. Kebijakan ini bertujuan memprioritaskan keselamatan dan kesehatan warga sekolah tanpa mengorbankan hak belajar peserta didik.

Transisi Mulus dari Luring ke Daring

Kepala SDN 17 Makarti Jaya menegaskan bahwa transisi pembelajaran dilakukan dengan persiapan matang. “Kami menerima surat edaran dari Disdikbud Banyuasin dan langsung berkoordinasi dengan para guru serta wali murid. Meskipun cuaca tidak mendukung untuk belajar tatap muka, kami memastikan proses pendidikan tetap berjalan optimal melalui platform digital,” ujarnya.

Para guru telah menyiapkan materi ajar yang disesuaikan dengan kondisi daring, memastikan siswa tetap dapat mengakses pelajaran dengan mudah dari rumah. Siswa-siswi tampak antusias mengikuti pembelajaran melalui grup kelas dan aplikasi konferensi video, didampingi oleh orang tua masing-masing.

Komitmen Kesehatan dan Pendidikan Berjalan Seiring

Pelaksanaan PJJ ini menjadi bukti kesiapan SDN 17 Makarti Jaya dalam menghadapi situasi darurat lingkungan. Dengan mengalihkan kegiatan belajar ke rumah, sekolah berharap dapat meminimalisir risiko gangguan pernapasan pada anak-anak akibat polusi udara dari kabut asap.

Selain itu, sekolah juga mengimbau kepada seluruh wali murid untuk tetap memantau kualitas udara di sekitar rumah dan membatasi aktivitas luar ruangan anak-anak hingga kondisi udara membaik.

“Keselamatan anak adalah prioritas utama. Kami berharap kabut asap segera berlalu sehingga kegiatan belajar mengajar tatap muka dapat kembali dilaksanakan dengan aman dan nyaman,” tambah Kepala Sekolah.

SDN 17 Makarti Jaya akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menentukan waktu kembalinya pembelajaran tatap muka. Hingga saat itu, semangat belajar dari rumah akan terus dijaga demi masa depan generasi penerus bangsa. (H45)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *